logo
Selamat Datang di E-Catalog Sumba Heritage. Platfrom Informasi Budaya dan Kesenian Sumba.
Artikel Terbaru
+387648592568
info@GOtravel.com
FOLLOW US:
1-677-124-44227
Top
 

Nyale

16 Dec

Nyale

HUH-huh-huh…. Huh-huh-huh…. Huh-huh-huh…. Huh-huh-huh…. Suara saling sambut berulang diucapkan rato, pemangku adat Wanokaka, sambil berjalan menuju Pantai Wanokaka Pahiwi, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada pagi buta.

Suara yang dilontarkan rato terus diucapkan untuk memanggil cacing laut (nyale) menepi ke bibir pantai. Ritus nyale atau mengambil cacing laut merupakan prosesi adat yang wajib dilalui masyarakat adat sebelum kegiatan pasola dilakukan.

Selain untuk dikonsumsi, nyale yang muncul pada bulan tertentu tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat adat yang menganut kepercayaan marapu sebagai medium komunikasi mereka terhadap leluhur.

Umumnya nyale muncul selama tiga hari berturut-turut. Sayangnya, tahun ini, nyale tidak muncul hingga perayaan pasola berlangsung. Salah satu penyebabnya adalah ada pergeseran hari pelaksanaan pasola oleh pemerintah setempat.

Setiap nyale yang ditangkap adalah jawaban terhadap kehidupan yang akan mereka jalani ke depan. Dalam sejarahnya, nyale dan pasola merupakan ritus kawin-mawin antara suku Kodi dan Waiwuang. Kala itu nyale digunakan Teda Gaiporana, pemuda suku Kodi, sebagai mahar untuk mempersunting Rabu Kaba, janda Umbu Dulla dari suku Waiwurang.

Diambil dari : https://travel.kompas.com/read/2017/04/03/093200327/ritus.adat.pasola?page=all

By I Made Asdhiana

ecatalogadmin

Leave a Reply: