logo
Selamat Datang di E-Catalog Sumba Heritage. Platfrom Informasi Budaya dan Kesenian Sumba.
Artikel Terbaru
+387648592568
info@GOtravel.com
FOLLOW US:
1-677-124-44227
Top
 

Babi

11 Jan

Babi

Babi

Oleh. Alfred Lay dan Luh Putu Ayu Riska Widarmiati, S.S, M.A

Sama halnya seperti hewan kuda, hewan babi juga memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Sumba. Selain sebagai sumber mata pencaharian, babi juga digunakan sebagai materi adat dan media ritual dalam kepercayaan Marapu. Maka seluruh rumah tangga yang ada di Sumba pasti berternak babi.

Dalam pemenuhan kehidupan sehari-hari, babi memiliki nilai jual yang tinggi bahkan lebih tinggi daripada kuda. Sebagai tolok ukur, babi dengan umur 5 tahun dan memiliki taring panjang, biasanya dipatok harga sekitar 18 – 19 juta. Hal ini disebabkan karena seluruh kegiatan baik adat maupun acara-acara di Sumba selalu menggunakan hewan babi. Sementara hewan kuda, hanya digunakan berdasarkan kondisi dan kebutuhan adat serta ritual saja. Sementara dalam urusan adat, babi memiliki peran yang lebih besar.

Pada proses adat perkawinan, hewan babi digunakan sebagai tanda sahnya suatu kesepakatan tentang pembicaraan belis (mas kawin). Selain itu babi juga digunakan sebagai lauk pauk yang disajikan kepada keluarga pihak laki-laki maupun perempuan. Sementara dalam proses ritual kematian, hewan babi memiliki fungsi secara religi dan sosial. Secara religi sesuai kepercayaan Marapu, hewan babi digunakan sebagai dangangu meti (hewan yang dibawa keluarga untuk disembelih untuk dipersembahkan kepada yang meninggal). Hati hewan babi tersebut digunakan sebagai media hamayang (berdoa memohon kelancaran kepada leluhur).  Secara sosial, hewan babi menjadi perekat hubungan kekerabatan (dangangu luri) karena ia dipakai sebagai sarana bagi keluarga untuk berterimakasih atas bantuan keluarga lain dalam ritual kematian.

Sebagian besar masyarakat Sumba memelihara babi. Besar atau tumbuh kembang seekor babi tergantung semangat dari pemilik babi dalam memberi makan. Jaman dulu orang Sumba memberikan panganan babi berupa irisan batang pisang yang  ditumbuk, irisan batang umbi keladi dan daun jagung. Seiring berkembangnya jaman, kini pakan untuk babi lebih banyak dibeli di toko.

Di perkotaan babi biasa dikandangkan. Kandang babi perlu dibersihkan agar membantu mempercepat tumbuh kembang babi. Babi hanya suka kandang yang lembab sehingga kandang babi perlu disiram. Sedangkan di daerah pedesaan, babi dilepas berkeliaran di sekeliling rumah.

Narasumber: Yohana Bili

Editor: Luh Putu Ayu Riska Widarmiati

ecatalogadmin

Leave a Reply: