logo
Selamat Datang di E-Catalog Sumba Heritage. Platfrom Informasi Budaya dan Kesenian Sumba.
Artikel Terbaru
+387648592568
info@GOtravel.com
FOLLOW US:
1-677-124-44227
Top
 

Iwwi

11 Jan

Iwwi

Iwi (Ubi Gadung)

Oleh Jeffry Nono Malo

Iwi atau ubi gadung merupakan salah satu bahan makanan di Sumba Timur. Iwi tumbuh liar di hutan. Pada masa lalu iwi akan dipanen orang di bulan Agustus hingga Oktober. Bulan ini, di wilayah Sumba bagian timur yang kering dan memiliki curah hujan sedikit, merupakan bulan yang sulit mendapatkan makanan (rimbang). Pada masa-masa seperti ini iwi menjadi bahan makanan penolong.

Pada masa kini sudah banyak petani menanam iwi di ladangnya, agar lebih mempermudah proses panen karena iwi memang membantu petani pada masa langka pangan.

Iwi dikenal sebagai tumbuhan beracun. Jika tidak hati-hati dalam pengolahannya, orang akan pusing dan muntah setelah memakannya. Dalam pengalaman orang Sumba, belum ada yang meninggal karena keracunan iwi. Orang Sumba memiliki cara untuk mengolahnya agar racun tersebut hilang dan selanjutnya bisa menjadi bahan pangan yang layak.

Iwi tumbuh pada lapisan tanah yang tidak terlalu dalam sehingga mudah digali. Orang hanya perlu menggunakan kayu yang ujungnya lancip. Setelah digali, iwi dikupas dan diiris tipis-tipis menggunakan pisau yang tajam. Irisan iwi kemudian dijemur sampai benar-benar kering selama empat sampai lima hari. Irisan iwi kering kemudian dimasukkan ke dalam karung dan direndam dalam aliran sungai untuk menghilangkan racunnya.

Iwi direndam selama empat hari empat malam. Setiap pagi selama empat hari tersebut potongan iwi dibolak-balik agar racunnya keluar dengan sempurna. Setelah empat hari, potongan iwi kembali dijemur selama satu hari penuh kemudian dibungkus dengan daun pisang. Setelah dua hari dan berbau harum (kambau), iwi dikeluarkan dari bungkus daun pisang dan kembali dijemur selama 3 hari. Iwwi yang kering bisa tahan selama satu tahun jika disimpan dalam wadah tertutup.

Untuk bisa dikonsumsi, iwi direndam di dalam air bersih selama 4 jam dan setelahnya bisa dikukus atau direbus menjadi bubur iwi.

 

Narasumber: Maria Anajua

Editor: Ami Priwardhani

ecatalogadmin

Leave a Reply: