logo
Selamat Datang di E-Catalog Sumba Heritage. Platfrom Informasi Budaya dan Kesenian Sumba.
Artikel Terbaru
+387648592568
info@GOtravel.com
FOLLOW US:
1-677-124-44227
Top
 

Kalumbut

11 Jan

Kalumbut

Kalumbut (Wadah Penyimpanan Sirih Pinang bagi Laki-laki)

Oleh. Andreas Nggaba Takadjandji

Kalumbut adalah wadah atau tempat penyimpanan pinang, sirih, kapur dan alat penumbuk (winu, kuta, kapu dan tukku) yang berbentuk seperti tas anyam. Dahulu kalumbut dibuat dari rotan. Di masa kini para pembuat kalumbut menggunakan daun pandan atau lontar karena rotan sulit diperoleh.

Daun pandan hanya terdapat di hutan atau di kebun warga yang secara khusus membudidayakannya. Sebelum dianyam, daun pandan yang panjang bergerigi (memiliki duri di setiap pinggiran daunnya dipotong menggunakan pisau atau parang. Setelah itu dijemur selama 4 – 5 hari. Setelah kering, duri di setiap pinggiran daun pandan dibersihkan. Proses ini perlu dilakukan dengan cukup hati-hati. Setelah itu,  daun dibelah menjadi 7 bagian dengan menggunakan penjepit bambu (ru hangat) dan siap dianyam. Karena bilah-bilah daun pandan yang hendak dianyam berukuran kecil, maka anyaman kalumbut berbilah kecil dan rapi.

Setelah anyaman berbentuk wadah jadi, dipasanglah tali yang terbuat dari kain sepanjang 60 cm pada masing-masing ujung bagian wadah yang terbuka. Tali ini berfungsi sebagai tali selempang agar kalumbut mudah dikenakan.

Kalumbut banyak digunakan oleh wunang pada saat ritual perkawinan, kematian, atau acara adat lainnya; lengkap dengan pakaian adat, parang dan tiara katiku (ikat kepala). Masyarakat di pedesaan khususnya laki-laki yang sudah berusia lanjut masih menggunakan kalumbut. Sementara pada masyarakat perkotaan hampir tidak ditemukan lagi yang menggunakannya.

 


Gambar 1 pohon pandan


Gambar 2 kalumbut

Menurut nara sumber pengrajin anyam, ia belajar membuat kalumbut secara otodidak dengan melihat apa yang sering dilakukan ibunya. Ia lantas mencoba membuat kalumbut sampai benar-benar mahir. Kalumbut tidak diperdagangkan, melainkan  menjadi buah tangan untuk tamu yang berkunjung. Atau dijadikan hadiah bagi keluarga yang merayakan peristiwa gembira seperti pernikahan. Kerajinan menganyam, termasuk kalumbut, saat ini juga diajarkan sebagai muatan lokal di beberapa sekolah.


Gambar 3 pengguna kalumbut Gambar 3 narasumber

Narasumber :

  1. Bapak Makku Pabundu
  2. Ibu Banja Uru

Editor: Ami Priwardhani

ecatalogadmin

Leave a Reply: