logo
Selamat Datang di E-Catalog Sumba Heritage. Platfrom Informasi Budaya dan Kesenian Sumba.
Artikel Terbaru
+387648592568
info@GOtravel.com
FOLLOW US:
1-677-124-44227
Top
 

Kubur Batu

11 Jan

Kubur Batu

Kubur Batu

Oleh  Victor Ndena dan Luh Putu Ayu Riska Widarmiati, S.S, M.A

 

Kubur di Sumba Timur berupa bangunan kokoh menyerupai rumah dengan hiasan-hiasan pada atapnya, yang keseluruhan bangunannya terbuat dari batu. Kubur batu di Sumba pada umumnya berbentuk segi empat dengan penyangga di setiap sisinya (reti pawihi), kubur batu yang menyatu dengan tanah (reti rapu), dan kubur batu besar berbentuk gerabah atau semacam perahu yang didirikan diatas penyangga (kaba dedi).

Gambar 1. Kubur batu

Bagi orang Sumba Timur yang masih memeluk kepercayaan Marapu, kubur batu memiliki makna sebagai kejayaan sekaligus bentuk pertahanan akan silsilah keturunan, kemurnian darah, wibawa, pengaruh, dan kuasa dengan berbagai istilah Watu Nai Mbongu – I Mbaku : menyimbolkan dewa atau Marapu, udara, air, dan bumi, na ma watu ngga watu rara : berkat jasa dialah yang menaikan batu merah, yang membuat tanah humus atau gembur, lu lungu watu rara  – tabihu mayela : menyimbolkan kekuasaan pemerintah sebagai warisan leluhur atau kekuasaan tradisional, da nana wuya rara – anakara wulangu ma kapuhinya na katunggatana mapu mandunya na rapa watu : symbol keturunan raja.

Satu kubur batu dapat menampung lebih dari satu jenasah yang berasal dari satu keturunan (suami, istri dan cucu), kecuali anak karena dianggap anak sudah dewasa dan dosa telah ditanggung masing-masing. Letak kubur batu juga selalu ditempatkan di depan rumah atau di sekitar rumah, karena diyakini bahwa roh leluhur akan selalu melindungi keluarga.

Jenasah yang diletakkan dalam satu liang kubur, tidak boleh bersentuhan dengan tanah dan tidak boleh saling bertumpukan satu dengan yang lain. Hal ini bertujuan untuk menjaga kebersihan tulang  belulang, karena diyakini walaupun jasadnya telah dikuburkan namun rohnya tetap tinggal dalam batu kubur tersebut. Sebelum meletakkan jenasah, tutup kubur batu dibuka oleh beberapa orang dengan menggunakan balok dan tali tambang. Setelah pintu kubur (lata pahapa reti) berhasil dibuka, jenasah kemudin diletakkan ke liang lahat dengan posisi duduk menekuk (kadukutu) layaknya seorang bayi dalam rahim ibunya. Jenasah dimakamkan bersama beberapa lembar kain yang melilit tubuhnya, dengan kedalaman liang kubur yang disesuaikan ukuran jenasah beserta kain-kain yang melilitnya.

Proses pembuatan batu kubur ini yang agak lama, tergantung besaran batu yang di butuhkan dan tempat mengambil batu ini. Karena biasa nya batu kubur ini akan di ambil dari tempat yang cukup jauh dari lokasi kubur. Cara membuatnya, biasa nya batu kubur ini sudah dipotong dan dipahat di tempat  di mana batu ini berada kemudian dengan menggunakan kayu dan ditarik oleh beberapa orang. Kalau saat ini kebanyakan batu kubur itu sudah diangkut menggunakan kendaraan besar.

Di atas batu kubur diberi ornamen batu kecil memanjang yang diukir atau dipahat dengan berbagai motif yang menyerupai pola yang ada di hinggi dan lawu, yang disebut penji. Penji ini memiliki makna sebagai penunjukkan status sosial yang meninggal, dan juga menunjukkan jenis kelamin yang meninggal. Ornamen-ornamen atau motif penji ini memiliki makna yang berbeda-beda. Seperti motif ayam (manu) melambangkan kepemimpinan yang mengayomi dan melindungi rakyatnya. Ornamen kuda (njara) melambangkan kekuatan dan keperkasaan. Kedua ornament ini biasanya digunakan oleh raja.

Saat ini masyarakat Sumba Timur masih ada yang tetap menggunakan kubur batu, hanya saja disesuaikan dengan peti jenasah karena jenasah yang meninggal tidak lagi diletakkan dengan posisi duduk.

Sumber:

Widarmiati, Luh Putu Ayu Riska. Pertahanan Status Sosial melalui Penguburan Mayat dalam Kepercayaan Marapu di Sumba Timur Nusa Tenggara Timur. Tesis Pasca Sarjana. Jurusan Antropologi Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. 2009.

Wawancara Marselinus Nggau Roti

Editor: Luh Putu Ayu Riska Widarmiati

 

 

ecatalogadmin

Leave a Reply: