logo
Selamat Datang di E-Catalog Sumba Heritage. Platfrom Informasi Budaya dan Kesenian Sumba.
Artikel Terbaru
+387648592568
info@GOtravel.com
FOLLOW US:
1-677-124-44227
Top
 

Manggulu

11 Jan

Manggulu

MANGGULU

Oleh Margaretha Dj.Tara

            Manggulu adalah makanan tradisional Sumba Timur yang terbuat dari pisang dan kacang. Kedua bahan makanan tersebut pada umumnya mudah didapatkan di Sumba Kambera. Pisang biasanya ditanam di pekarangan rumah, sementara kacang ditanam di kebun setahun sekali di musim hujan. Pada saat panen kacang itulah orang-orang membuat manggulu.


Gambar 1 Bahan dan alat pembuatan manggullu

Untuk membuat manggulu pisang yang telah masak dikupas, dibelah dan dikeringkan di bawah terik matahari selama 3-4 hari penuh. Ada juga yang menjemur pisang selama 3 sampai 4 hari agar benar-benar kering. Pisang harus benar-benar kering agar hasilnya lebih gurih dan tidak mudah berjamur meski disimpan selama berhari-hari. Setelah benar-benar kering, pisang dikukus. Sementara itu, kacang tanah kering perlu dikupas kemudian digoreng tanpa minyak (sangrai). Kulit ari kacang dibuang agar hasil pengolahan tidak terlihat kotor karena kulit ari yang hangus. Daun pisang biasanya dipakai untuk membungkus manggulu. Sebelum dipakai membungkus daun pisang dijemur terlebih dahulu agar lemas dan tidak mudah robek saat dipakai sebagai pembungkus. Daun pisang yang digunakan adalah daun pisang yang benar-benar kering agar manggulu dapat tahan lama.

Pisang dan kacang ditumbuk halus menggunakan alu, lalu dicampur sampai rata. Bahan tersebut siap dibungkus menggunakan daun pisang. Pada masa lalu, manggulu dibungkus bulat memanjang, tetapi di masa kini orang membentuk manggulu sesuai keinginan mereka. Di masa lalu, manggulu dihidangkan pada tamu-tamu penting yang datang berkunjung sebagai pelengkap saat minum kopi bersama. Rasanya begitu legit dan gurih di mulut.

Manggulu tidak akan rusak meski disimpan selama berhari-hari dalam wadah tertutup. Seperti makanan khas Sumba yang lain seperti kaparak, ia tahan lama dan bisa dimakan setelah berhari-hari. Manggulu seperti menunjukkan bahwa dengan situasi tanah kering, musim penghujan yang pendek dan pangan terbatas orang Sumba berusaha memanfaatkan sumber daya apapun yang dimiliki sebaik mungkin. Bahan makanan menjadi sangat berharga sehingga manggulu di masa lalu dihidangkan kepada tamu penting untuk menunjukkan keramahtamahan, penghormatan serta kelimpahan pangan dalam keluarga tersebut.

Saat ini, manggulu tidak lagi dibuat hanya pada saat panen kacang. Manggulu sudah mudah didapatkan di toko oleh-oleh khas Sumba.


Gambar 2 Manggulu

Nara sumber : Yuliana Emu Lindijawa

 Editor: Ami Priwardhani

 

ecatalogadmin

Leave a Reply: