logo
Selamat Datang di E-Catalog Sumba Heritage. Platfrom Informasi Budaya dan Kesenian Sumba.
Artikel Terbaru
+387648592568
info@GOtravel.com
FOLLOW US:
1-677-124-44227
Top
 

Tari Kandingang

11 Jan

Tari Kandingang

Tarian Kandingang

Oleh Tara Margaretha

Tarian Kandingang adalah tarian khas dari daerah Sumba Timur, yang biasa dipentaskan pada saat acara penyambutan tamu, dalam pesta perkawinan, dan acara syukuran lainnya yang menandakan kegembiraan atau suka cita yang besar. Saat ini tari Kandingang begitu mencuri perhatian khalayak luas di luar pulau Sumba, karena tarian ini kerap kali dipentaskan dalam perhelatan kenegaraan, baik pada tingkat kabupaten, nasional, maupun internasional. Bahkan pada bulan Maret 2020 lalu, tarian ini dipentaskan di salah satu negara bagian Amerika Serikat dalam festival buah mewakili Indonesia.

Tarian Kandingan ditarikan oleh para penari perempuan baik anak-anak, remaja maupun dewasa, sementara tarian yang serupa dengan tari kandingan namun ditarikan oleh laki-laki disebut tari Patajangung. Tari kandingan ditarikan oleh 2 sampai 4 orang. Variasi gerakannya tidak terlalu banyak dan mulai jarang ditarikan kecuali pada saat acara hiburan dan penyambutan tamu. Para penarinya berjumlah 4-6 orang dengan menggunakan busana khas Sumba Timur, seperti sarung tenunan dan kain tenunan yang diselempangkan pada punggung. Atribut lain yang digunakan para penari yaitu sisir (Tidu Hai), tiara berwarna merah yang diikatkan di kepala, anahida (kalung mamuli) gelang tangan, serta ditambah dengan rumbai-rumbai dari ekor kuda yang dilingkarkan atau diselipkan pada jari tengah setiap penari sebagai pelengkap. Saat ini rumbai-rumbai ekor kuda banyak digantikan dengan tali rafia.


Gambar Penari Kandingang

Gerakan tari ini menggunakan formasi berubah-ubah yang terdiri dari 3 gerakan dasar yang dimainkan kurang lebih selama 5 menit. Ketika para penari akan berpindah dari 1 gerakan ke gerakan lain, penari harus mendengarkan aba-aba dari bunyi tambur. Jika bunyi tambur terdengar lebih keras dengan pukulan bum..bum…bum, maka penari harus masuk pada gerakan berikutnya.

Gerakan Tari Kandingang sangat dinamis, karena seluruh anggota tubuh sang penari harus bergerak. Mulai dari gelengan kepala harus seiring dengan goyangan pinggul yang seirama dengan gerak tangan yang gemulai, serta gerak kaki yang menghentak-hentak. Gerakan tarian ini sangat feminin dan karenanya banyak ditarikan oleh perempuan. Tarian ini terlihat begitu apik dengan didukung oleh bunyi giring yang bergemerincing pada setiap kaki penari. Belum lagi kibasan rumbai-rumbai ekor kuda yang seiring dengan gerakan tangan penari.

Tarian Kandingang diiringi oleh bunyi gong dan tambur yang ditabuh oleh pria yang berjumlah 4 orang. Para penabuh menggunakan kostum yang berupa hinggi (kain untuk laki-laki).

Tarian ini boleh ditarikan oleh semua kalangan. Penari Tari Kandingang tidak saja dituntut memiliki keahlian dan kemahiran dalam menarikannya, tetapi juga kepandaian dalam mengekspresikan perasaannya sehingga yang terlihat tidak hanya gerakan fisik tetapi juga jiwa. Penari juga dituntut berkonsentrasi dalam mendengarkan setiap bunyi tambur dan gong yang dimainkan oleh penabuh.

Nara sumber : ibu Yuliana Emu Lindidjawa  (pendiri sanggar ORI ANGU)

Editor: Ami Priwardhani

ecatalogadmin

Leave a Reply: