logo
Selamat Datang di E-Catalog Sumba Heritage. Platfrom Informasi Budaya dan Kesenian Sumba.
Artikel Terbaru
+387648592568
info@GOtravel.com
FOLLOW US:
1-677-124-44227
Top
 

Tradisi Angkat Jiwa

11 Jan

Tradisi Angkat Jiwa

Tradisi Angkat Jiwa (Pabeling Urra)

Penulis Alferd Lay

Dari sekian banyak tradisi budaya yang dimiliki di Sumba ada satu tradisi yang hingga saat ini masih tetap dipertahankan dan dilaksanakan, yaitu tradisi angkat jiwa. Tradisi ini adalah suatu proses pengangkatan jiwa seseorang apabila orang tersebut mengalami kecelakaan atau kejadian kurang baik pada suatu acara adat berlangsung.

Tradisi angkat jiwa ini dilakukan dengan cara memberikan atau mengalungkan kain kepada salah satu tamu atau pihak keluarga yang mengalami kejadian tidak baik pada saat acara berlangsung. Contohnya pada saat acara penguburan, terjadi kejadian di mana seseorang di tabrak oleh hewan, atau jatuh dari kursi, atau terluka pada saat mengangkat batu kubur, dan lain-lain. Kejadian itu membuat orang yang mengalaminya menjadi malu, sehingga kepercayaan dirinya hilang dan gugup. Maka dilakukan proses pengangkatan jiwa orang tersebut.

Tradisi ini melewati beberapa proses,yaitu :

  • Tuan acara mempersiapkan kain atau sarung yang akan di kalungkan ke orang tersebut. Tidak ada penentuan jenis kain, seluruhnya tergantung dari pihak keluarga.
  • Kepala keluarga atau yang bertangung jawab pada saat acara berlangsung ,akan menunjuk salah satu dari keluarga untuk mengalungkan kain pada orang yang mengalami hal kurang beruntung tersebut.
  • Apabila telah diputuskan siapa yang akan bertangung jawab dalam proses pengalungan sarung, maka proses pengalungan akan dilakukan di tengah tempat acara. Pemberi sarung akan menuju ke tempat orang yang mengalami kejadian tidak mengenakkan dan langsung mengalungkan sarung atau kain pada orang tersebut, baru kemudian memberikan cium hidung. Cium hidung memberikan arti bahwa kelurga atau tuan acara akan selalu mendukung dan menghargai orang tersebut sebagai tamu/saudara, sekaligus permohonan maaf tuan acara kepada keluarga yang mengalami kejadian tidak mengenakkan.

Tradisi angkat jiwa ini dilakukan dengan maksud agar orang yang mengalami kejadian yang tidak terduga tersebut tidak berkecil hati (malu), dan juga sebagai bentuk tanggung jawab dari pihak keluarga  untuk menjamin keselamatan dan harga diri dari tamu yang diundang.

Hingga saat ini proses tersebut masih bisa disaksikan di tempat-tempat acara yang mengalami kejadian kurang baik.

Nara sumber: Marselinus Nggau Roti; Editor: Ami Priwardani

 

ecatalogadmin

Leave a Reply: