logo
Selamat Datang di E-Catalog Sumba Heritage. Platfrom Informasi Budaya dan Kesenian Sumba.
Artikel Terbaru
+387648592568
info@GOtravel.com
FOLLOW US:
1-677-124-44227
Top
 

Adat Istiadat

20 Jan

SIRIH PINANG (PAHAPPA)

SIRIH PINANG (PAHAPPA) Oleh. Jefri Nono Malo Sirih dan pinang selalu ada dalam hampir setiap peristiwa kehidupan di Sumba Kambera. Ia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upacara-upacara adat seperti kematian dan perkawinan. Orang Sumba juga mengunyah sirih pinang dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan tamu yang datang selalu disuguh sirih pinang terlebih dahulu sebelum diberikan kopi atau teh. Sirih pinang dikunyah bersama kapur. Setelah beberapa waktu kunyahan akan berubah warna menjadi merah. Pada adat perkawinan pihak laki-laki menyodorkan tangawahil berisi mamuli dan dua keping pinang kepada orang tua pihak perempuan pada tahap perkenalan diri....

11 Jan

Wunang

WUNANG Oleh. Grace Ndapamuri Di setiap pembicaraan adat pada suku Sumba selalu ada wunang (juru bicara). Wunang menjadi perantara antara dua pihak yang akan berunding pada sebuah kegiatan adat. Contohnya dalam adat pernikahan, wunang bertugas untuk membuka pembicaraan. Wunang juga mewakili keluarga dalam merundingkan belis. Selain itu wunang juga berperan sebagai pelindung yang mampu mendamaikan situasi jika dalam pembicaraan adat tersebut terdapat konflik. Sehingga bisa dikatakan seorang wunang adalah negosiator yang diharapkan dapat memperlancar pelaksanaan adat sehingga terjadi sebuah kesepakatan antara kedua belah pihak. Wunang harus mampu menjadi mediator/jembatan bagi kedua belah pihak....

11 Jan

Tradisi Tato

Tradisi Tato dalam Budaya Sumba Timur Oleh Ferdi Yulius Lukas Tradisi tato dalam budaya masyarakat Sumba Timur masih erat kaitannya dengan kepercayaan Marapu (penyembahan kepada roh nenek moyang). Tato dibuat sebagai tanda pengenal agar jiwa pemilik tato bisa masuk ke Praimarapu (sebutan surga menurut kepercayaan Marapu) setelah ia meninggal. Menurut kepercayaan Marapu, ketika seseorang meninggal ia akan ditanya apa tandanya bahwa ia telah melakukan perbuatan yang benar. Yang meninggal kemudian akan menunjukkan tatonya sebagai penanda. Konon katanya, jika tidak memiliki tato seseorang akan mengalami kesulitan di Praimarapu ketika ia meninggal. Pembuatan tato biasanya...

11 Jan

Tradisi Potong Rambut (Kikkir)

Tradisi Memotong Rambut (Kikkir) Oleh Grace Ndapamuri Adat istiadat pemotongan rambut dipercayai oleh masyarakat Sumba yang menganut kepercayaan Marapu sebagai salah satu bentuk proteksi diri dari kekuatan gaib yang dapat merusak tubuh. Hal tersebut muncul dari keyakinan bahwa kepala sebagai pusat tubuh sehingga harus dilindungi. Tradisi pemotongan rambut dilakukan pada saat bayi baru lahir. Rambut yang dipotong akan disimpan bersama tali pusat si bayi, yang kemudian dikubur di kolong rumah. Tradisi ini hanya berlaku bagi anak perempuan. Makna pemotongan rambut bagi anak perempuan tidak hanya terbatas dalam hal perlindungan dari kekuatan gaib, tapi...

11 Jan

Tradisi Angkat Jiwa

Tradisi Angkat Jiwa (Pabeling Urra) Penulis Alferd Lay Dari sekian banyak tradisi budaya yang dimiliki di Sumba ada satu tradisi yang hingga saat ini masih tetap dipertahankan dan dilaksanakan, yaitu tradisi angkat jiwa. Tradisi ini adalah suatu proses pengangkatan jiwa seseorang apabila orang tersebut mengalami kecelakaan atau kejadian kurang baik pada suatu acara adat berlangsung. Tradisi angkat jiwa ini dilakukan dengan cara memberikan atau mengalungkan kain kepada salah satu tamu atau pihak keluarga yang mengalami kejadian tidak baik pada saat acara berlangsung. Contohnya pada saat acara penguburan, terjadi kejadian di mana seseorang di...

11 Jan

Tahapan dalam Perkawinan Masyarakat Sumba Kambera

Tahapan Adat Perkawinan di Sumba Timur Oleh Jumlitan Saulus Windi dan Luh Putu Ayu Riska Widarmiati, S.S, M.A   Acara perkawinan secara adat di Sumba Timur, khususnya Kambera disebut dengan (Lii Manguama/Lii Lalei). Acara perkawinan tersebut memiliki tata cara yang tahapannya disesuaikan dengan kemampuan pihak laki-laki, kesepakatan antara pihak laki-laki dan perempuan, serta hubungan relasi kekerabatannya. Berdasarkan kemampuan dan kesepakatan, akan dinegosiasikan dalam pertemuan pertama (masuk minta). Berdasarkan hubungan relasi kekerabatan dilihat dari  hubungan relasi kawin mengawin. Jika relasinya baru, maka tahapan yang ditempuh akan memakan waktu yang lebih panjang. Sementara jika relasi...

11 Jan

Taning (Tradisi Penguburan)

Keterlibatan Keluarga dalam Ritual Kematian Sumba Oleh. Luh Putu Ayu Riska Widarmiati Taning (ritual penguburan) adalah ritual yang paling menunjukkan kebersamaan yang dibangun melalui hubungan kekerabatan. Keluarga yang terlibat memiliki peran masing-masing dalam ritual tersebut. Keluarga bagi orang Sumba tidak terbatas pada keluarga inti tetapi mengacu pada hubungan kekerabatan yang lebih luas. Setiap kerabat yang terlibat akan membawa benda yang akan dipertukarkan sesuai dengan kedudukanř mereka dalam relasi kekerabatan. Dengan demikian menegaskan kembali relasi kekerabatan dengan pihak yang meninggal. Dalam ritual ini, pihak keluarga laki-laki yang dituakan akan memegang peranan utama dalam memutuskan...

11 Jan

Penyelesaian Konflik pada Upacara Kematian di Sumba Kambera

Penyelesaian Konflik pada Upacara Kematian di Sumba Kambera Penulis : Melkianus Teni Hawu, S.Pd. Masyarakat Sumba Kambera dalam setiap aspek kehidupan baik kelahiran, bercocok tanam hingga upacara kematian selalu mengedepankan tradisi yang telah diwarisakan oleh leluhur. Meskipun telah mengenal agama, pengaruh tradisi Marapu masih melekat dalam setiap aktivitas budaya hingga saat ini termasuk upacara pengebumian (taning mameti). Upacara pengebumian masyarakat Sumba Kambera melibatkan keluarga atau kerabat. Biasanya kerabat datang dengan membawa hewan sebagai bentuk dukungan kepada tuan rumah yang berduka. Dalam kekerabatan itu pun sering terjadinya benturan ataupun kesalahpahamanan yang berujung konflik. Dan...

11 Jan

Kubur Batu

Kubur Batu Oleh  Victor Ndena dan Luh Putu Ayu Riska Widarmiati, S.S, M.A   Kubur di Sumba Timur berupa bangunan kokoh menyerupai rumah dengan hiasan-hiasan pada atapnya, yang keseluruhan bangunannya terbuat dari batu. Kubur batu di Sumba pada umumnya berbentuk segi empat dengan penyangga di setiap sisinya (reti pawihi), kubur batu yang menyatu dengan tanah (reti rapu), dan kubur batu besar berbentuk gerabah atau semacam perahu yang didirikan diatas penyangga (kaba dedi). Gambar 1. Kubur batu Bagi orang Sumba Timur yang masih memeluk kepercayaan Marapu, kubur batu memiliki makna sebagai kejayaan sekaligus bentuk pertahanan...

11 Jan

Ritual Kematian Marapu

Tahapan Ritual Kematian dalam Kepercayaan Marapu Oleh Luh Putu Ayu Riska Widarmiati, S.S, M.A        Kepercayaan Marapu berupa penyembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui perantara leluhur. Leluhur pada kepercayaan Marapu lebih sebagai perantara yang menyampaikan kehendak dan keinginan keluarga kepada TuhanYang Maha Esa karena ada keyakinan bahwa tak ada seorang pun dapat berkomunikasi dengan Sang Alkhalik (yang disebut Mawulu Tau Majii Tau). Sang Alkahalik tersebut digambarkan dalam dua perwujudan, yaitu laki-laki dengan nama Ama Pakawurungu (bapak yang mendengar), dan Ina Pakawurungu (ibu yang mendengar). Konsep Ina-Ama atau langit-bumi mencerminkan bahwa...