logo
Selamat Datang di E-Catalog Sumba Heritage. Platfrom Informasi Budaya dan Kesenian Sumba.
Artikel Terbaru
+387648592568
info@GOtravel.com
FOLLOW US:
1-677-124-44227
Top
 

Unsur Budaya

Ekspresi atas pandangan masyarakat Sumba akan kehidupan, selain menjadi bentuk komunikasi dengan sesama, alam, maupun Sang Pencipta
20 Jan

SIRIH PINANG (PAHAPPA)

SIRIH PINANG (PAHAPPA) Oleh. Jefri Nono Malo Sirih dan pinang selalu ada dalam hampir setiap peristiwa kehidupan di Sumba Kambera. Ia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upacara-upacara adat seperti kematian dan perkawinan. Orang Sumba juga mengunyah sirih pinang dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan tamu yang datang selalu disuguh sirih pinang terlebih dahulu sebelum diberikan kopi atau teh. Sirih pinang dikunyah bersama kapur. Setelah beberapa waktu kunyahan akan berubah warna menjadi merah. Pada adat perkawinan pihak laki-laki menyodorkan tangawahil berisi mamuli dan dua keping pinang kepada orang tua pihak perempuan pada tahap perkenalan diri....

11 Jan

Pacuan Kuda

Pacuan Kuda (Palapang  Njara ) Oleh Ferdi Yulius Lukas “ foto saat Sumba Timur Cup 2018” pacuan kuda yang menampilkan kuda-kuda Sumba terbaik. (Courtesy: Max FM Waingapu)   Pacuan kuda merupakan kegiatan tradisional masyarakat Sumba Timur yang dilakukan sebagai wujud syukur kepada Sang Pencipta bahwa masa panen telah selesai. Kegiatan pacuan kuda saat ini dijadikan sebagai ajang perlombaan resmi oleh Pemerintah Daerah Sumba Timur. Dalam satu tahun pacuan kuda secara resmi diadakan tiga kali, yakni pada bulan Juni, Agustus dan Oktober. Kelas dalam pacuan kuda Dalam perlombaan pacuan kuda ada 15 kategori atau kelas yang...

11 Jan

Motu

Motu (Congklak) Oleh. Victor Ndena Motu adalah salah satu permainan tradisional yang sering dimainkan anak-anak di masa lalu. Pada awalnya motu hanya dimainkan oleh anak-anak perempuan, namun lama kelamaan anak laki-laki juga ikut bermain. Dalam bahasa Sumba motu berarti bergeser, menggambarkan bagaimana permainan ini dilakukan, yakni menggeser jagung atau batu dari lubang yang satu ke lubang yang lain. Permainan ini mirip dengan permainan yang di daerah lain di Indonesia disebut congklak. Motu dimainkan oleh dua orang dan biasanya memakan waktu cukup lama. Tidak ada waktu tertentu untuk anak-anak bermain motu. Kapanpun mereka menginginkannya,...

11 Jan

Maka

Maka (Gasing) Oleh. Victor Ndena Maka (gasing) dimainkan saat banyak orang berkumpul; misalnya pada saat pesta adat atau, di masa lalu, khususnya di saat bulan purnama. Sampai saat ini permainan ini masih dimainkan oleh anak laki-laki maupun laki-laki dewasa meski waktunya tidak menentu. Maka dibuat dari kayu asam atau kosambi. Kedua jenis pohon ini biasa dijumpai di daerah Kambera, Sumba Timur. Kayu asam maupun kosambi dianggap sangat kuat dan tidak mudah pecah jika nanti gasing berbenturan. Tidak semua orang mahir membuat maka. Mereka yang mahir belajar membuat maka dengan mempertimbangkan pengalaman bermain. Cara  membuatnya...

11 Jan

Katiku Ahu

Katiku Ahu Oleh. Grace Ndapamuri Katiku Ahu adalah salah satu permainan tradisional anak-anak Sumba Kambera yang dalam  Bahasa Indonesia berarti kepala anjing. Mengapa disebut demikian akan kita ketahui setelah pembahasan tentang bagaimana permainan ini dimainkan. Permainan ini bisa dimainkan secara berkelompok maupun individu sesuai dengan kesepakatan para pemain. Pengaturan giliran bisa dilakukan melalui suten atau berdasarkan kesepakatan para pemain. Untuk memainkannya diperlukan sebilah kayu sebesar jari telunjuk. Kayu tersebut dipotong menjadi dua bagian. Satu bagian sepanjang satu setengah jengkal tangan anak-anak atau sekitar 20 -25 cm sedangkan bagian lainnya sepanjang 45 cm atau sepanjang...